6:28 PM
0


Hai net’ers kali ini saya mau share karya tulis yang saya buat, silahkan dilihat semoga bermanfaat ^.^


 
MAKALAH
TENTANG ASMA’UL HUSNA
 (  Al-aliyy, Al-kabir, Alhafidz, Almuqit, Alhasib)


DI TULIS OLEH KELOMPOK

-           








SMA PGRI BALARAJA
TAHUN AJARAN 2011-2012

DAFTAR ISI


BAB I ……….......................................................................1
I.                    PENDAHULUAN...........................................1
1.      LATAR BELAKANG.........................................1
2.      TUJUAN.............................................................2
BAB II ………......................................................................3
II.a        ISI / PEMBAHASAN..........................................3
1.      Menujukan Kebenaran tanda-tanda kebesaran Allah melalui 5 Asmaul Husna (Al Muqsith, An Nafii`, Al Waarist, Ar Raafi`, Al Baasith )….…3
2.      LIMA ASMA’UL HUSNA DAN KHASIATNYA (  Al-aliyy, Al-kabir, Alhafidz, Almuqit, Alhasib)…………………………….........……4
II.b       FUNGSI IMAN KEPADA ALLAH SWT….......12
BAB III ……….....................................................................9
III.a      KESIMPULAN.....................................................10
III.b      PENUTUP.............................................................11
DAFTAR PUSTAKA …………...................................12







i
=================================================================
BAB I

I .PENDAHULUAN

Sesungguhnya mengenal Asma-ul Husna (nama-nama Allah yang Indah) merupakan hal yang sangat penting lagi mendesak bagi setiap muslim. Karena pengetahuan akan Allah, nama-nama, sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan-Nya merupakan ilmu yang paling agung lagi mulia. Seorang hamba yang menyibukkan diri dalam memahami ilmu ini dan menyelami kandungan yang terdapat didalamnya, berarti telah menyibukkan diri dalam hal yang paling luhur.
Dengan mengenal Allah, seorang hamba akan terpanggil untuk memberikan rasa cinta, takut, harap dan keikhlasan dalam perbuatan yang dilakukannya kepada Allah semata. Itulah kebahagiaan yang sesungguhnya. Dan tidak ada jalan lain untuk mengenal Allah kecuali dengan mengenal dan memahami secara mendalam Asma-ul Husna. Dengan mengenal dan memahami Asma-ul Husna iman seorang hamba akan bertambah dan menjadi semakin kuat. Setiap kali pengetahuannya tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah bertambah, maka semakin bertambah pula keimanannya dan semakin menguat keyakinannya.
Menyibukkan diri dengan mengenal Allah berarti menyibukkan diri dalam tujuan diciptakannya sang hamba. Sedangkan meninggalkan dan mengabaikannnya, berarti melalaikan tujuan diciptakannya sang hamba. Iman bukan berarti hanya sekedar dilafazhkan semata tanpa perlu mengenal Allah. Sebab hakekat beriman kepada Allah adalah seorang hamba dituntut untuk mengenal Rabb yang diimaninya, dan berupaya keras untuk mengenal Allah beserta nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Seberapa besar pengetahuannya akan Rabb-Nya, maka sebesar itu pula lah keimanannya bertambah.
1. Latar Belakang

Allah SWT adalah dzat yang maha perkasa, keperkasaan Allah tiada bandingannya, tidak terbatas dan bersifat kekal. Allah SWT menciptakan alam semesta ini untuk kepentigan umat manusia, dalam menciptakan alam Allah tidak pernah meminta bantuan terhadap mahluk lain, oleh karena itu kita sebagai hamba Allah hendaknya selalu memuliakan-Nya, kemampuan Allah dengan cara selalu mentaati seagala apa yang telah diperintahkan-Nya dan juga menjauhi segala sesuatu yang telah di larang-Nya.
Kemampuan Allah dalam menciptakan alam beserta isinya merupakan wujud dari Asmaul Husna yaitu Al-Aziz, Allah memiliki 99 Asma’ul Husna, termasuk di antaranya ialah Al-Gaffar, Al-Basit, An-Nafi’, Ar-Rauf, Al-Barr, Al-Hakim, Al-Fattah, Al-Adl, Al-Qayyum, dan seterusnya. Nama-nama tersebut telah disebutkan dalam Al-Qur’an bahwa Adanya Asmaul Husna sebagai bukti bahwa Allah maha perkasa dan maha bijaksana, untuk itu maka kita wajib mengamalkan Asmaul Husna ke dalam kehidupan sehari-hari.

1
==================================================================

2.TUJUAN

Dengan adanya makalah ini maka kami bertujuan untuk :

1.      Menjelaskan tentang Asma’ul Husna.
2.      Mengetahui pengaruh – pengaruh dari Asma’ul Husna dalam kehidupan sehari-hari.
3.      Menjelaskan manfaat – manfaat dari dari Asma’ul Husna.
































2

===============================================================
BAB II

II.a ISI / PEMBAHASAN

1.      Menujukan Kebenaran tanda-tanda kebesaran Allah melalui 5 Asmaul Husna (Al Muqsith, An Nafii`, Al Waarist, Ar Raafi`,)
Betapa mulia ajaran Rosulullah yang dengan kalam-Nya mengajarkan padakita tentang kebesaran dan keagungan Allah SWT. Begitu banyak kejadian alam maupun keajaiban yg tampak sebagai bukti kebesaran dari-Nya. Semoga dengan kebesaran yang Allah perlihatkan kepada kita senantiasa akan menjadikan kita lebih mendekatkan diri pada-Nya.  Berikut adalah sebagian dari kebesaran Allah yang terangkum dalam 10 Asmaul Husna,
  • Al Muqsith     المقسط   Yang Maha Seimbang.
Kita sudah menyaksikan bayak sekali oreng-orang yang kaya menjadi miskin, dan sebaliknya orang miskin menjadi kaya, atau pangkat seseorang dengan tiba-tiba di copot, sedangkan orang tak punya keinginan untuk memperoleh pangkat, justru ia di angkat, inilah yang yang sesungguhnya terjadi di sekitar kita, karena Dia adalah Dzat yang mengambil hak orang yang teraniaya dari orang yang menganiaya. Kesempurnaan-Nya adalah dengan menjadikan orang teraniaya itu merelakan perbuatan orang yang menganiayanya. Ini merupakan puncak dari sifat adil tanpa pandang bulu, dan tidak bisa dilakukan kecuali oleh Allah SWT.
  • An Nafii`        النافع     Yang Maha Memberi Manfaat.
Tidakkah kita berpikir bahwa Allah menciptakan segala sesuatu  untuk memenuhi kebutuhan kita? Hewan, tumbuh-tumbuhan, bahkan seluruh ciptaan Allah di jagad raya ini, di antara tumbuh-tumbuhan banyak sekali kasiat yang bermanfaat, sehingga bisa di jadikan obat untuk menyembuhkan penyakit yang kita derita, atas izin-Nya pula seseorang dapat menjadi dokter yang bisa menyembuhkan pasien-pasiennya. Dan semua itu tidak akan terjadi kecuali dengan kebesaran Allah.
  • Al Waarits      الوارث   Yang Maha Pewaris.
Lautan samudra, Tanah tempat kita menginjakkan kaki sehari-hari, bulan, bintang dan masih banyak lagi ciptaan-Nya yang tidak bisa kita hitung, Allah telah mewariskan sebagian dari apa yang Ia ciptakan untuk kita, Dalam kehidupan manusia Allah tidak hanya mewarisi harta, tanah/daerah (QS, Al-Ahzab 33.27) tapi juga Al-Qur’an (Qs. Al-Fatir 35.32) bahkan atas izin-Nya seseorang dapat mewarisi ilmu (An-Naml 27.16) yang penting adalah mewarisi syurga (Qs. Maryam 19.19) .

3
===============================================================
 
 Orang-orang yang memandang dengan mata hati senantiasa menyaksikan makna dari ayat-ayat ini dan mendengarkannya. Mereka yakin bahwa kerajaan itu hanya milik Allah sendiri, pada setiap hari, setiap saat, dan setiap detik, karena itulah Dia azali dan abadi. Hal ini dapat dicapai oleh mereka yang memahami hakikat tauhid, dan mengetahui bahwa yang tunggal perbuatannya di langit dan di bumi hanya satu. Berakhlak dengan ism ini mengharuskan kita menjadi warits dari apa yang telah dilakukan oleh orang-orang saleh, sebab ulama itu adalah pewaris para nabi.
  • Ar Raafi`        الرافع    Yang Maha Meninggikan (makhluknya).
Bukan suatu hal yang mustahil jika Allah bisa membangkitkan orang yang sudah meninggal dunia, pernah kita jumpai kisah dari orang yang pernah mengalami mati suri, Allah punya alasan tersendiri mengapa Ia memberikan kesempatan pada mereka untuk hidup kembali di dunia, memang kedengarannya sangat tidak masuk akal, tapi kenyataan itu memang ada. Dan semua itu adalah bentuk dari kebesaran Allah SWT. Wallahua’lam.
  • Al Baasith      الباسط    Yang Maha Melapangkan (makhluknya).
Allah tidak akan memberi cobaan melebihi batas kemampuan  hamba-Nya, tidakkah kita merasakan Ketika kita mendapat suatu musibah, sepertinya kita sudah tak mempunyai kekuatan apa-apa, kita merasa lemah, dan terpuruk, tapi tanpa kita sadari pada ahirnya kita juga dapat melaluinya, sungguh ini merupakan kebesaran Allah yang melapangkan, hati kita, jiwa kita, dan kesabaran kita. Dan sudahkah kita sadar jika demikian adalah bentuk kebesaran allah dalam sifat-Nya Al-Baasith?.

2.      LIMA ASMA’UL HUSNA DAN KHASIATNYA

1).Al ‘Aliy
Ini adalah ungkapan yang paling sempurna dalam menunjukkan ketinggian tingkat tanpa ujung. Tidak ada sesuatu pun kecuali dia berada dalam liputan Allah SWT. Ungkapan ini dapat pula diartikan sebagai Dzat Yang Mahatinggi dari sekutu dan lawan. Dengan kata lain, tidak ada tingkatan lain di atas tingkatan-Nya, dan semua tingkatan diliputi oleh-Nya.
Keberuntungan seorang hamba dari ism ini mengharuskan ia membayangkan bahwa Allah mempunyai ketinggian yang mutlak. Karena, dalam kenyataan, tidaklah ia mencapai suatu derajat kecuali ada pula derajat lain yang lebih tinggi darinya, yaitu derajat para nabi dan malaikat. Jadi, tidak ada yang lebih tinggi kecuali ada pula yang lebih tinggi lagi darinya. Contohnya, ketika Nabi Musa as. bertanya kepada Allah, “Adakah orang yang lebih alim dariku?” Maka dijawab oleh Allah: “Ada, yaitu wali kami, Khidhir.” Itulah yang disebutkan dalam kisah yang masyhur di dalam Alquran tersebut.
4

==================================================================

 
Berakhlak dengan ism ini mengharuskan Anda condong kepada semua perkara yang luhur dan menjauhkan diri dari semua perkara yang rendah (buruk, hina). Dikatakan bahwa sesungguhnya Allah itu menyukai semua perkara yang luhur dan membenci semua perkara yang buruk. Dan disebutkan dari Imam Ali karramalahu wajhah: “Ketinggian kemauan itu termasuk sebagian dari iman.”
Khasiatnya
Barangsiapa menuliskan ism ini atas seorang anak kecil, maka Allah SWT akan menyampaikannya kepada tingkat dewasanya, jika dituliskan pada seorang bujang, maka ia akan dikumpulkan dengan keinginannya, dan kalau dituliskan pada seorang yang miskin, maka ia akan mendapatkan kekayaan berkat karunia Allah SWT..

2).Al Kabir

Al Kabir artinya Yang Mahabesar dalam segala sesuatu, sebab Dia Azali (kekal adanya, tanpa permulaan) dan Mahakaya secara mutlak. Atau, Dia Mahabesar dalam penglihatan indera dan pencapaian akal.
Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali berkata: “Al-Kabir itu ialah yang mempunyai al-kibriya‘ (keangkuhan dan kesombongan), sedangkan kibriya‘ itu merupakan ibarat (ungkapan) dari kesempurnaan Dzat. Arti kesempurnaan Dzat itu adalah kesempurnaan wujud, dan kesempurnaan wujud itu kembali kepada dua perkara: Pertama, kekekalan-Nya yang abadi, sedangkan seluruh makhluk terputus dengan sifat ketiadaan, baik yang terjadi sebelumnya maupun sesudahnya; maka ini adalah suatu sifat kekurangan. Begitu juga dikatakan kepada orang yang lanjut umurnya: Huwa kabirussinn (Ia panjang usia). Kata kabir ini dipergunakan bagi sesuatu yang tidak dapat dipakai kata ‘azhim. Kedua, keberadaan-Nya adalah keberadaan (wujud) yang tidak berpermulaan dari sesuatu, yang menjadi sebab wujudnya segala yang ada. Jika sesuatu yang sempurna keberadaannya dalam dirinya disebut sempurna dan besar, maka keberadaan semua yang maujud yang berasal dari-Nya itu adalah lebih patut disebut sempurna dan besar.”
Kabir (besar) pada hak seorang hamba adalah orang yang sempurna, yang sifat-sifat sempurnanya itu tidak hanya terbatas pada dirinya saja, melainkan juga menjalar kepada orang lain. Tidaklah seseorang duduk-duduk bersamanya, melainkan akan memperoleh sebagian dari kesempurnaannya itu. Kesempurnaan seorang hamba adalah pada akalnya, wara‘ (memelihara diri dari perbuatan jahat)nya, dan pada ilmunya. Jadi, orang besar diantara hamba-hamba Allah ialah orang yang berilmu, bertakwa, dan menjadi mursyid (pemberi tuntunan) kepada makhluk, serta saleh, dengan menjadi suri teladan bagi orang lain, yang dapat dipetik cahaya dan ilmu darinya. Barangsiapa mengenal kebesaran dan ketinggian Tuhannya, maka ia tentu akan merendahkan dan menghunakan diri dihadapan hamba-hamba-Nya yang saleh.


5

================================================================
 
Khasiatnya
Ism ini berkhasiat untuk membuka pintu ilmu pengetaahuan dan makrifat bagi orang yang banyak berzikir dengannya. Barangsiapa mempunyai banyak utang, kemudian ia memperbanyak membaca ism ini, niscaya Allah akan melunaskan utang-utangnya itu. Dan barangsiapa diturunkan dari pangkatnya, lalu ia membaca ism ini sebanyak seribu kali selama tujuh hari, dengan berpuasa, niscaya ia akan kembali kepada pangkatnya semula.
—oOo—

3).Al Hafizh

Al Hafizh ialah Dzat yang memelihara segala sesuatu dari kemusnahan dan kerusakan, dan memelihara amal perbuatan hamba-hamba-Nya sampai akhirnya diberinya ganjaran dengan karunia dan anugerah-Nya. Dalam arti lain, Al-Hafizh itu ialah Dzat yang memelihara makhluk dari semua bencana di dunia dan di akhirat.
Dikatakan pula bahwa makna Al-Hafizh ialah Yang Maha Memelihara. Ini tidak dapat dipahami kecuali dari tiga aspek:
Pertama, mengabadikan dan mengekalkan keberadaaan segala yang ada-lawannya adalah melenyapkan. Allah SWT ialah Dzat yang memelihara langit, bumi, malaikat dan makhluk-makhluk lainnya yang panjang masa hidupnya; atau manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan yang tidak panjang masa hidupnya.
Kedua, Al-Hafizh mempunyai makna memelihara yang lebih nyata. Yaitu memelihara antara dua sifat yang saling bertentangan. Sifat yang bertentangan dan bertolak be1akang itu tampak jelas, seperti panas dan dingin yang satu me1awan yang lain. Demikian juga antara sifat kering dan lembab, dan semua tubuh yang berasal dari tanah yang terbentuk dari asal yang bertentangan ini. Sebab, hewan mesti memerlukan panas alami, yang seandainya tidak ada, tentu kehidupannya akan rusak, seperti darah dan lain-lain. Selain itu ia juga memerlukan sifat kering yang dengannya seluruh anggota tubuhnya saling mengikat, khususnya anggota tubuh yang keras. Tubuh juga memerlukan sifat dingin supaya ia tidak terbakar, dan supaya zat-zat di dalam tubuh menjadi normal. Allah telah menghimpunkan semua unsur yang saling bertentangan ini di dalam tubuh manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan seluruh makhluk. Kalau Allah, tidak memeliharanya, tentulah semua sifat yang saling bertolak belakang itu menjadi berjauhan dan
akan kacaulah campurannya.



6

=================================================================

 
Ketiga, mulurnya sesuatu yang bertolak belakang itu dengan apa yang mengembalikan kekuatan guna menjamin tetapnya segala yang maujud. Misalnya, sifat panas itu melenyapkan dan mengeringkan sifat lembab. Jika sifat lembab itu kalah, maka akan menjadi lemahlah tubuh dan ia lalu menuntut pelembab, seperti air atau lainnnya, guna mengembalikan keseimbangan keduanya. Demikianlah keadaan semua sifat yang bertolak belakang itu. Ini merupakan sebab-sebab yang telah disiapkan oleh Sang Pencipta guna memelihara segala bentuk kehidupan yang ada dari kebinasaan. Terkadang kebinasaan itu berrasal dari sebab-sebab khusus, seperti diserang oleh binatang buas atau musuh bebuyutan. Maka Allah memelihara dari hal-hal itu dengan menciptakan baginya suatu alat bela diri, seperti cakar, kekuatan, dan siasat. Kalau bukan karena itu, niscaya makhluk-makhluk itu tidak akan mampu membela dirinya sehingga akan binasa dan musnahlah ia. Pembicaraan tentang uraian pemeliharaan Allah atas langit dan bumi ini sebenarnya sangat panjang seperti halnya semua perbuatan Allah, yang dengannya dapat dipahami makna ism ini; bukan dengan mengambil dari asal bahasanya, namun dengan tadabbur (merenunggkan) dan musyahadah (menyaksikan).
Keberuntungan seorang hamba dari ism ini mensyaratkan agar ia memelihara anggota tubuh dan hatinya serta memelihara agamanya dari pengaruh marah, cengkeraman syahwat, serta tipuan nafsu dan tipu daya setan.
Khasiatnya
Barangsiapa berzikir dengannya atau menuliskannya dan membawanya di tempat yang menakutkan, maka ia akan selamat, sekalipun ia tidur di tempat binatang buas.
—oOo—

4).Al Muqit

Dia adalah Pencipta makanan jasmani dan ruhani, dan Dia pulalah yang memberikan kepada semua yang maujud makanan yang mencukupi berupa makanan fisik (sesuatu yang dapat dicapai dengan indera) dan maknawi (sesuatu yang tidak dapat dicapai dengan indera). Makanan hewan bersifat materi yang sesuai dengannya, dan makanan jiwa adalah ilmu pengetahuan; sedangkan makanan malaikat adalah taat.
Al Muqit artinya sama dengan Ar Razzaq, namun ia lebih khusus. Sebab, rezeki itu bisa mencakup makanan atau lainnya, sedangkan Al-Muqit itu adalah yang berrtanggung jawab atas sesuatu dengan kekuasaan dan ilmu.



7

==============================================================

 
Allah SWT berfirman:


… Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. An-Nisa’: 85)
Yakni, Yang Mahakuasa secara mutlak. Jadi, maknanya kembali kepada kekuasaan dan ilmu. Atas dasar itulah Al-Muqit merupakan ism dari sifat yang tidak menunjukkan kekuasaan saja atau ilmu saja, tetapi ia menunjukkan terkumpulnya dua arti tersebut.
Berakhlak dengan ism ini mengharuskan Anda tidak meminta semua keperluan Anda selain kepada Allah SWT, sebab perbendaharaan rezeki itu berada di tangan-Nya. Dalam salah satu hadis qudsi, Allah SWT berfirman yang artinya: “Wahai Musa, mintalah kepada-Ku apa saja, sekalipun hanya tali sandalmu atau garam dapurmu!”
Khasiatnya
Barangsiapa menuliskan ism ini atau membacakannya ke atas tanah, lalu tanah itu dibasahinya dan kemudian diciumnya, niscaya Allah akan menguatkannya dalam menahan lapar.
—oOo—

5).Al Hasib

Al Hasib sama dengan Al-Kafiy, artinya Yang Mencukupi; berasal dari kata ahsabani atau kafani, dan hasbiyallah atau kafaini. Dia adalah Dzat yang meng-hisab makhluk di hari kiamat kelak. Imam Al-Ghazali berpendapat, bahwa Al Hasib itu berasal dari kata hasiba yang artinya “terhormat dan sempurna.” Pendapat lain mengatakan, bahwa al hasbu itu adalah al-iktifa‘, artinya bahwa Al-Hasib ialah Dzat Yang Memberikan segala kebutuhan hamba-hamba-Nya. Dan ada pula pendapat yang mengatakan bahwa ism itu berasal dari kata al-ihsha’, yaitu yang meng-hisab segala amal perbuatan hamba-hamba-Nya menurut kelompoknya masing-masing. Orang-orang kafir dijadikan-Nya meng-hisab diri mereka sendiri, lalu mereka memutuskan atas diri mereka hukuman neraka, kemudian mereka pun memasukinya. Ahli iman dan kamal (orang sempurna) di-hisab oleh para malaikat, disaksikan oleh orang banyak dengan teliti, guna menampakkan keutamaan mereka agar menjadi hujjah atas orang selain mereka. Sedangkan kebanyakan kaum mukminin yang berhak mendapat siksa, Allah meletakkan tangan-Nya atas mereka lalu mereka mengakui dosa-dosa yang telah mereka perbuat, kemudiian Allah mencerca mereka atau menyiksa mereka dan setelah itu mengampuni mereka.
8

================================================================

 
ltulah hisab (perhitungan) sesuai dengan kehendak Allah SWT, sehingga dengan demikian perhitungan itu berjalan dengan cepat.
Ada pendapat yang mengatakan bahwa semua makhluk itu di-hisab pada waktu yang sama; Mahasuci Allah yang memiliki kekuasaan atas hal itu. Dia berfirman:

“… Dan Dialah Pembuat perhitungan yang paling cepat.” (QS. Al-An’am: 62)
Berakhlak dengan ism ini mengharuskan agar Anda takut kepada Allah SWT, serta mengharapkan dan menggagungkan-Nya.
Khasiatnya
Barangsiapa takut dikalahkan oleh temannya, maka ia harus membaca ism ini setiap hari sebelum matahari terbit dan sesudah matahari tenggelam sebanyak 27 kali. Maka sebelum satu minggu, Allah sudah menyelamatkannya dari rasa takutnya itu. Membaca ism ini hendaklah dimulai dari hari Kamis.
—oOo—


II.b FUNGSI IMAN KEPADA ALLAH SWT
Fungsi imann kepada allah, di ataranya
a.       Melaksanakan apa yang menjadi perintah Allah dan menjauhi larangannya.
b.      Memperkuat kepercayaan bahwa alam semesta ada yang menciptakan dan mengatur.
c.       Menyadari kelemahan diri di hadapan Allah yang Mahabesar.
d.      Menumbuhkan sikap disiplin dalam segala kegiatan.
e.       Sadar dan segera bertobat apabila berbuat dosa.
f.       Menyadari bahwa kita semua pasti akan mati dan dimintai pertanggung jawaban: dan
g.      Meningkatkan semangat kerja dan ibadah.


9

=================================================================

 
BAB III
IV. KESIMPULAN
Allah memiliki 99 nama yang indah atau lebih terkenal dengan sebutan Al-Asma-ul-Husna. Nama-nama tersebut merupakan cerminan dari perilaku Allah terhadap Hambanya. Karena itu, jika nama-nama tersebut kita sebut sebagai suatu permohonan, niscaya akan mempunyai pengaruh yang sangat besar,
Anjuran untuk berdoa menggunakan Asmaul Husna telah tercermin dalam firman Allah: “Hanya milik Allah Asma-Ul Husna, maka berdoalah kepadaNya dengan menyebut Asma-Ul Husna, dan tinggalkan orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya. Nanti mereka akan mendapatkan balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (Surat Al-A’rof Ayat 180).
Dalam Sifat Asmaul Husna-Nya Ia telah menujukan kebesaran-kebesaran yang masuk akal hingga yang tidak masuk akal, semuanya dapat di kehendaki oleh-Nya karena Allah Maha Kuasa di atas segala-galanya di jagat raya ini, begitu banyak kemurahan dan nikmat yang di berikan kepada hamba-Nya tanpa pandang bulu, Semua Ia berikan, karena Allah adalah Dzat yang Maha Pengasih, Maha Pemurah lagi maha Memelihara.
Oleh karena itu sebagai hamba Allah yang taat dan patuh senantiasa akan mengamalkan sifat-sifat tersebut dalam kehidupan sehari-hari, serta meneladaninya sebagai wujud kecintaan kita terhadap Allah SWT. Wallahua’lam Bissawab.






















10

=============================================================

 
V. PENUTUP

      Makalah ini kami buat berdasarkan materi-materi dari berbagai sumber seperti internet dan buku buku yang ada sehingga bisa menjadi acuan bagi para siswa/siswi sebagai bahan pembelajaran tambahan mengenai ASMA’UL HUSNA dan perkembngannya dalam dunia islam. Kami berharap dengan adanya makalah ini kita dapat mengambil peluang - peluang positif yang ada dari pembelajaran dan manfaat ASMA’UL HUSNA sekarang ini sehingga kita bisa menjadi insan yang lebih maju dengan bekal iman dan taqwa kepada Allah SWT. Demikian makalah ini kami buat semoga bermanfaat untuk semua kalangan. amiin...
Kritik dan saran sangat kami tunggu demi perbaikan dan kesempurnaan makalah ini, penulis pun mengucapkan terima kasih atas dukungan dari semua pihak.



































11

=============================================================
 
DAFTAR PUSTAKA

o   Quraish, M. Shihab,Tafsir al-Misbah Pesan, Kesan dan Keserasian Al—Qur’an,
Jakarta,Lentera Hati, 2004
o   Krishna Anad, Asmaul Husna 99 Nama Allah Bagi Orang Modern,  1999, Jakarta; Gramedia Pustaka Utama.
o   Syaikh Al-Utsaimin Sholeh bin Muhammad, Ai-Qawa’idil Mutsla Memehami Nama dan Sifat Allah, 2003, Jogjakarta;  Media Hidayah
o   Rahayu Suci.Thoifuri, Pendidikan Agama Islam, Sekolah Menengah Atas, Kelas X,  2007, Jakarta; Ganesa Exact.
o   Zaenal Damam Muhammad S.  Makhfud Ahmad S. Buku Ajar Acuan Pengayaan Akidah Ahlak, MTS Kelas VII Semester 2,     2008,Solo; CV. Sindunata.
o   El-Bantanie Syafii Muhammad, Rahasia keajaiban asmaul husna,2009, Jakarta; PT. Wahyu Media.
o   http://www.riwayat.web.id/2009/12/asmaul-husna.html-25/04/2011=22.02       
o   http://www.nuansaislam.com/index.php?option=com_content&view=article&id=504:meneladani-sifat-sifat tuhan&catid=101:tafsir&Itemid=353, 30/04/2011=13.10

















12


============================================================

(Pengunjung Yg Baik Slalu Membaca iklan Yg kami sediakan,Terimakasih)

NB : Bila ingin Copas ‘’Copy Paste’’ Tolong Cantumkan Link Blok ku ini  ya ^,^ Trimakasih.

0 komentar:

Gabung di Ziddu.com Yuk !!